About Us

China Khawatir Terhadap Tingkat Pengangguran yang Mulai Mencuat

China Khawatir Terhadap Tingkat Pengangguran yang Mulai Mencuat


Dunia Ekonomi, Beijing. Demi mengatasi permasalahan perekonomian yang cukup serius, Pemerintah China berupaya keras agar melambatnya perekononomian tidak berimbas pada tenaga kerjanya. 

Dalam beberapa minggu terakhir, otoritas terkait tengah membuat beberapa kebijakan untuk memberi stimulus bagi perekonomian China, seperti pemangkasan pajak, kebijakan moneter yang lebih longggar dan juga rencana untuk mendukung pengeluaran domestik.

Dorongan tersebut muncul bersamaan dengan data-data ekonomi yang mengarah akan mengancam pertumbuhan domestik dan kondisi Amerika Serikat yang saat ini masih terlihat berupaya akan menekan perdagangan di antara kedua negara.

Seperti dikutip dari CNBC, di tengah kondisi tersebut, kekhawatiran akan kehilangan lapangan pekerjaan yang semakin menyebar akan membuat sentimen yang suram dan mendorong konsumen berpikir ulang dalam melakukan pengeluaran.

Kekhawatiran utama bagi pemerintah China mengenai pengangguran bisa membuat kerusuhan sosal, serta berdampak munculnya pertanyaan yang lebih mendalam mengenai klaim Partai Komunis yang berupaya memperjuangkan hal terbaik untuk bangsanya. Ekonomi China pada saat ini diprediksi telah melambat dari 6,5 persen menjadi hanya sedikit di atas 6 persen saja.

Analis Konsumen dari Gavekal Dragonomics China juga menyampaikan, pada 9 Januari lalu, dari survei yang telah dilakukan kepada 374.000 perusahaan industri, terdapat penurunan jumlah pekerja hingga 2,8 juta dalam 12 bulan hingga November 2018.

Di sisi lain, UBS mengestimasi berkurangnya jumlah pekerjaan di sektor-sektor yang berkaitan dengan ekspor sehubungan dengan adanya perang dagang bisa mencapai sebesar 1,5 juta pekerjaan.

Survei perusahaan yang dilakukan pada November lalu menunjukkan adanya 23 persen dari 125 responden China yang bergerak di bidang manufaktur telah mengurangi jumlah pekerjanya lantaran dampak negatif dari perang dagang yang telah terjadi.

Sekitar 34 persen berencana untuk mengurangi pekerjaan dalam enam bulan ke depan dan 18 persen memilih untuk memangkas upah. Pemangkasan pekerja pun tak hanya terjadi di sektor manufaktur saja, di sektor lain pun juga mengalami hal yang sama

"Kita belum pernah melihat melemahnya lapangan pekerjaan seperti saat ini sejak era kepanikan pasar modal di Q1 2016," ujar CEO China Beige Book Leland Miller.

Rep/Red : Mutia Fauzia/Mutia Fauzia

Jangan lupa untuk Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "China Khawatir Terhadap Tingkat Pengangguran yang Mulai Mencuat"

  1. It's genuinely very difficult in this busy life to listen news on TV, therefore I just use world wide web for that purpose, and take the
    most up-to-date news.

    ReplyDelete

Note :
- Komentar akan disetujui jika tidak mengandung promosi
- Komentar boleh menggunakan bahasa Jawa
- Dilarang komentar yang berisi pornografi
- Untuk komentar berisi link aktif akan dipertimbangkan dahulu
- Jika ada komentar link aktif, berarti admin telah menyetujui

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel